|
Objek penelitian Adakah system/mahkluk di dunia ini yang lebih hebat dan lebih sempurna bila di bandingkan dengan system cara kerja tubuh manusia ...? Yang menjadi objek penelitian dalam Ilmu pengetahuan System Pedoman Hidup Manusia Tri Falaq Tunggallistik adalah penciptaan manusia ( penciptaan Nabi Adam as) sebagai makhluk/system kehidupan yang paling sempurna disisi-NYA Dijadikanya system cara kerja dan susunan anatomi tubuh manusia sebagai objek penelitian adalah sebagai langkah awal mengenal diri sendiri ( mawas diri ) yang selanjutnya objek penelitian tersebut dapat dijadikan dasar langkah awal memahami dan mengenal Allah.Swt Sang Maha Pencipta Manusia dan Alam Semesta ( barang siapa mengenal diri maka seakan-akan ia telah mengenal penciptanya ) Pada waktu Rosululloh.Saw masih hidup para sahabat bertanya kepada beliau“Ya Rosul bagaimanakah caranya mengenal Allah. Swt … ? “ Rosul menjawab “ Barang siapa mengenal dirmu sendiri , maka ia akan mengenal Maha penciptanya . Akan tetapi bila sudah mengenal Maha penciptanya maka akan hilanglah duniamu “. Dalam Falsafah Ternate yang bunyinya : - Gudu moju si to nonako, ri jau sito suba artinya aku sudah mengenal-Nya karenanya akan menyembah_Nya atau
- · Gudu moju si suba rijau situ nonako artinya Aku menyembah-Nya karena aku menegenal_Nya
Falsafah di atas di jawa disebut Samiaji (kenal diri atau Ngaji diri) Dari falsafah ternate di atas dapat diambil pelajaran bahwa manusia sebelum menyembah/beragama sebaiknya manusia mengenal lebih jauh tentang perihal esensi yang akan disembahnya juga harus faham mengapa tuhan itu harus disembah dan apa hubungannya dengan hidup dan kehidupan diri dan alam semesta ini
Maka dari itu agar manusia tidak salah dalam niat dalam menjalankan ibadahnya manusia harus kenal/faham terhadapat yang disembah-Nya
Kalau dalam ilmu percintaan dapat difahamkan bahwa “Aku mencintainya karena aku mengenalnya atau Aku mengenalnya maka aku mencintainya arti sebaliknya bagaimana aku harus mencintainya dan menyayanginya sedangkan aku tidak mengenalnya dan saya kenal tentang dia hanya kata orang “ Ada hal yang harus kita fahami bersama bahwa : - Awal beragama adalah iman/percaya kepada yang disembahnya
- Awal percaya adalah manusia mengenal tentang tuhan yang disembahnya
- Kalau sudah kenal dengan apa yang di sembah maka manusia akan lebih cinta dan sayang kepada yang disembahnya
- Selanjutnya untuk membuktikan sayang dan cinta kepada yang di sembahnya maka manusia harus patuh dan taat serta rela berkorban dan setia demi membahagiakan yang disembah/jihad/pengorbanan ( Pembuktian kesetiaan dalam penghambaan )
- Setelah terjadi pembuktian kesetiaan dan pengorbanan maka akan ada hubungan timbal balik saling percaya karena telah terjadi pembuktian kesetiaan dengan jalan menjalankan segala perintah dan menjahui larangan dari yang di sembahnya
- Pembuktian kesetiaan adalah ikhlas dan sabar dalam menyembah /berkorban kepada yang disembahnya
- Dan berikutnya anda sekalian lebih faham dan mengerti di banding saya
Untuk merangkum semua tingkatan nilai-nilai rumus tersebut di atas maka dalam ilmu system pedoman hidup Tri Falaq Tunggallistik terdapat semboyan pengabdian kesetiaan “Setia, Sakti, Budi, Bakti" Objek Penelitian merupakan bagian penting dari persyaratan sesuatu disebut ilmu pengetahuan ada beberapa syarat lain yang harus di penuhi antara lain Dalam kesempatan lain akan kita bahas tentang Falsafah System yang di import dari luar indonesia : Trias Politika , Kapitalisme, Komunisme, Neo liberalisme, Individualisme, Zionisme ( Elder of Zion ), Kolonialisme, Sosialisme dan konco konconya System tersebut di atas menjadi target dan lawan tanding dari System Tri Falaq Tunggalllistik ..hasilnya akan di uji secara ilmiah mana yang lebih ungul dan mana yang lebih sempurna mana lebih baik Maka pada kesempatan ini saya mengajak seluruh komponen intelektual di negeri ini ( UI, UGM, ITB , TRI SAKTI, ITS , UIN , Depgdagri , DPR/MPR, DEPHAN, TNI dan POLRI, LIPI dan seterusnya untuk berbagi pengalaman dan membahas dan mengkaji ulang semua system yang berlaku di bangsa kita saat ini Sudahkah sesuai dengan system cara kerja tubuh manusia dan Falsafah bangsa Pancasila sebagai cita-cita sang DWi Tunggal Proklamator Seokarno-Hatta Apabila system tersebut di atas tidak sesuai dengan cara kerja tubuh manusia sekaligus tidak sesuai dengan falsafah Pancasila maka dapat dikatakan system /faham tersebut tidak sempurna Yang pada akhirnya kita semua akan tahu kenapa falsafah tersebut harus kita perjuangkan, kita sempurnakan atau Sebaiknya faham tersebut harus kita buang di tempat sampah …….…..! Tapi semuanya kembali pada iman dan keyakinan anda masing-masing ……. Selebihnya akan kita bahas waktu berikutnya ………..ELDER OF ZION |